Tentang Jodoh

Posted by any     Category: Idea

Tulisan ini adalah review diskusi dengan seorang teman yang humoris dan gaul meski jarak usia sangat jauh. Diskusi ini bukan diskusi yang direncanakan sebelumnya. Ya….seperti orang pada umumnya, kalau sedang mengalami sesuatu, maka pembicaraan-pembicaraannya dengan siapa saja diarahkan ke tema sesuatu tersebut. Kali ini tentang jodoh. Kebetulan pula semalam sebelumnya saya dan teman sekamar sempat terlibat dalam pembicaraan tentang jodoh. Kami bertiga waktu itu tidak memiliki jawaban yang boleh dianggap bisa dipegang. Kami hanya berbicara mungkin ini dan mungkin itu. Itu pula yang lalu membuat saya banyak bertanya tentang jodoh pada seorang teman yang dimaksud.

Sebagai review diskusi, tulisan ini saya buat dalam bentuk semacam hasil wawancara. Tujuannya agar runtut dan mudah dipahami, terutama untuk saya sendiri. Tetapi meskipun demikian, yang tersampaikan dalam tulisan ini adalah yang terekam dalam memori saya saja, bukan tepat sepenuhnya seperti yang disampaikan oleh teman yang saya maksud. Saya mulai dari pertanyaan pertama:

Apakah jodoh itu adalah kehendak Tuhan, atau ada campur tangan manusia.

Jodoh itu adalah kehendak Tuhan, seperti kelahiran, rizki, dan mati, tetapi manusia tetap disuruh berusaha, tidak diam menunggu jodohnya datang begitu saja. Manusia telah diberi frame. Jodohnya juga berada di dalam frame tersebut. Nah, tugas manusia adalah mencari jodohnya dalam frame tersebut. Orang yang berada di luar framenya, maka ya tidak bisa menjadi jodohnya.

Kehendak Tuhan di mana?

Tuhan yang menentukan siapa jodoh kita itu. Meskipun telah berusaha, manusia kan tidak tahu siapa jodohnya. Yang tahu hanya Tuhan.

Bentuk jodoh apakah pernikahan itu?

Iya. Pernikahan itu adalah bentuk jodoh. Kalau kita menikah, berarti kita berjodoh.

Tetapi, apakah semua orang akan menemukan jodohnya? Mungkin saja kita hidup di dunia ini tidak dengan jodoh kita. Bisa jadi, jodoh kita baru kita temukan di akhirat nanti.

Tidak. Setiap manusia ya akan menemukan jodohnya. Bentuknya ya pernikahan itu tadi. Tetapi waktu berjodohnya itu yang macam-macam. Ada yang menikah, kemudian baru dua bulan cerai, ada yang dua tahun, ada juga yang sampai mati. Kalau hanya dua bulan, berarti jodonya cuma dua bulan itu, yang sampai mati juga begitu. Nah, kita juga tidak tahu itu. Itu kehendak Tuhan juga. Dan orang itu ada yang berjodoh dengan satu orang, dan ada juga yang berjodoh dengan lebih dari satu orang.

Nah, ini berarti berkaitan dengan poligami. Begini, kalau dulu poligami itu kan biasa saja. Kakek-kakek kita biasa begitu. Kalau sekarang tidak. Berarti jodoh itu dipengaruhi sosio-kultur juga.

Iya. Budaya juga mempengaruhi itu. Kalau dulu sudah biasa, kalau sekarang tidak lagi. Monogami yang populer sekarang. Ya….mungkin saja karena sekarang ini sulit untuk berpoligami. Mungkin juga nanti akan banyak poligami lagi. Misalnya nanti perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan sangat besar, setelah ada bencana misalnya, maka mungkin saja poligami akan banyak terjadi. Budaya juga diciptakan Tuhan.

Hah, budaya diciptakan Tuhan?

Iya. Seperti itu tadi, misalnya ada bencana, perempuan banyak yang mati, laki-laki jadi banyak yang poligami. Itu juga kan dari campur tangan Tuhan. Jadi begitu, kita memiliki usaha untuk menentukan sesuatu, tetapi Tuhan juga tidak diam. Kalau Tuhan diam bagaimana? Ha ha ha. Iya kan?

He he…ternyata itu saja reviewnya. Saya juga tidak mengira hasilnya hanya segelintir. Selebihnya saya berdiskusi tentang hal-hal lain yang mungkin akan terekam dalam tulisan lain saja. Meskipun segelintir, semoga ini bisa memberikan manfaat bagi siapa saja, tentang teologi, takdir, budaya, dan tentang hidup, terutama untuk saya sendiri. He he.

(AR, Malang, 10 Okt.’08. 00.01)

Tags: ,

Leave a Reply